Kamis, 22 Januari 2015

Sewa Mobil Harian

Harga sewa mobil sudah termasuk :
Driver+Petrol+parking/toll fee
Pelayanan 10 s/d 12 jam


Dengan Toyota Avanza (6 penumpang) Rp 450.000 


Dengan Toyota Innova (7 penumpang) Rp 650.000

Suzuki Apv Arena (7 penumpang) Rp 450.000


Mini Bus Kia Pregio (10 penumpang) Rp 700.000

Mini Bus Isuzu Elf short  (13 penumpang)   Rp 800.000



Mini Bus Isuzu Elf Long (17 penumpang)  Rp 1.100.000



Mini Bus Toyota Hiace  (17 penumpang) Rp 1.100.000






Rabu, 21 Januari 2015

Nasi Pecel Ibu Tinuk Bali

Nasi Pecel Ibu Tinuk

Pecel Bu Tinuk menyajikan makanan khas Jawa. Berlokasi di Jl.Raya Tuban (sebelahnya Apotil Kimia Farma atau seberangnya Bank Mandiri).
 Menu utama pecel dan berbagai ragam lauk membuat nasi sayur bumbu kacang ini tak pernah membosankan.


Nasi Pecel Bu Tinuk terletak di tengah kota. Bersih, ramai dikunjungi, dan mudah dijangkau. Memasuki warung, pengunjung bisa langsung memesan makanan. Pertama kali masuk, biasanya akan terheran-heran dengan banyaknya tulisan nominal rupiah yang berjajar di tembok, di belakang penjual. Namun, nanti Anda akan mengerti kegunaan tulisan tersebut setelah memesan makanan. Jejeran tulisan tersebut tergantung mulai dari nominal Sembilan ribu rupiah hingga tiga puluh lima ribu rupiah.

Ada baiknya, Anda bergegas memilih tempat duduk, jika ada yang kosong. Karena ramainya tempat makan ini. Terkadang pengunjung harus antri atau bahkan urung masuk dikarenakan tidak kebagian tempat duduk. Yang suka makan sambil santai, bisa memilih tempat bernuansa lesehan.


Harus ekstra sabar saat memesan makanan. Di warung ini, dengan pembeli yang cukup banyak. Hanya dilayani pekerja 5-6 orang. Jadi, kita harus ekstra sabar menunggu giliran untuk diambilkan makanan. Pembeli bisa memesan nasi pecel ditambah dengan lauk yang beraneka ragam seperti bebek goreng, sate buntel, ayam suwir, bakmi, sayur asem, telur kecap, ikan asin, daging empal sapi, telur goreng dadar, mihun, ikan pindang goreng, tempe tahu, dan aneka lauk lainnya.

Harganya tergolong murah. Makan nasi pecel ditambah bebek goreng, ayam suwir, dan bakmi hanya sekitaran Rp 29.000- Rp 30.000 . Harga disesuaikan dengan banyak lauk yang menemani menu utama, nasi pecel dan peyek kacang.
Uniknya, setiap piring, minuman, atau makanan yang dipesan. Selalu disertai dengan harga saat disuguhkan ke pembeli. Misalnya, jika Anda makan nasi pecel, bebek, bakmi, dn ayam suwir yang menghabiskan Rp 29.000. Maka di piring akan disisipkan tulisan dengan harga tersebut. Begitu pula dengan minuman seperti teh atau es  jeruk. Masing-masing minuman juga disertai harga. Nasi pecel, bakmi, dan ayam suwir hanya diberi harga sepuluh ribu rupiah.


Anda akan ditawari ingin sambal pecel yang pedes atau yang biasa. Dengan nasi panas. Masakan sederhana ini sangat nikmat dicicipi. Sayangnya, ramainya warung tidak diimbangi dengan kecepatan pelayanan. Mereka juga terkesan bingung saat banyak pembeli dan tidak cepat mengambilkan makanan. Service yang tidak cepat ini membuat banyak pelanggan kecewa. Namun, kunjungan Anda terbayar saat hidangan sudah di depan mata dan masuk ke perut. Harga murah, enak, dan higienis. Nasi Pecel Bu Tinuk, saya rekomendasikan untuk dikunjungi saat di Bali.

Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi adalah monumen perjuangan rakyat Bali yang terletak di Renon, Denpasar, Bali. Monumen ini menempati areal yang sangat luas, ada beberapa lapangan bola di sekelilingnya.

Monumen Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang pesemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bali yang juga di depan
Gedung DPRD Provinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon. Monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah untuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan

Pasar Sukawati Bali

Pasar Seni Sukawati Gianyar Bali merupakan tempat dijualnya barang-barang seni khas Bali sehingga cocok dijadikan oleh-oleh Bali untuk teman, saudara, atau sanak keluarga Anda. Barang-barang yang dijual cukup menarik dan harganya pun miring. Mulai dari sandal manik-manik, celana pendek khas Bali,  pakaian,  batik,  tas, lukisan,  patung kayu, bed cover,  alat-alat rumah tangga sampai pernak-pernik dan perhiasaan dijual disini.
Bagi yang punya keahlian menawar, disini jangan takut menawar, penjual tidak akan marah kalau kita menawar dengan harga rendah. Sepasang sandal manik-manik kalau kita pandai menawar bisa kita beli seharga sepuluh ribu rupiah. Bahkan dalam tawar menawar disarankan untuk menawar sepertiga dari harga jual….wow…
Pasar Seni Sukawati ini terletak di daerah Gianyar tidak jauh dari daerah Ubud, waktu tempuh 1 jam dari Kuta atau 1,5 jam dari Bandara Ngurah Rai Bali dengan perjalanan darat.

Bila merasa kurang puas dengan harga yang sedang dinegoisasi, jangan takut untuk meninggalkan si penjual. Selama harga tersebut masih menghasilkan untung bagi si penjual, pasti Anda akan dipanggil kembali. Barang yang paling laku biasanya sandal, pakaian, dan barang-barang seni khas Bali.
Kalau mau belanja, sebaiknya pagi hari. Karena pada pagi hari sekitar pukul 8– 10, para penjualnya baru selesai sembahyang. Nah menurut kepercayaan mereka, apabila berhasil jualan di pagi hari, maka akan mendatangkan kelarisan untuk jam-jam kedepannya. Hal ini biasa disebut sebagai “penglaris”.
Pasar Seni Sukawati telah berdiri dari tahun delapan puluhan (80-an). Buka jam delapan pagi sampai jam enam sore. Kecuali hari Galungan dan Nyepi, Pasar Sukawati buka setiap hari dan biasanya ramai pada hari Minggu atau hari libur

Jika berlibur ke Bali, jangan lupa mampir ke Pasar Seni Sukawati. Saran itu sering diucapkan para pemandu wisata di Bali. 

Banjar Hot Spring Bali






Pemandian air panas Banjar merupakan pemandian air panas paling terkenal di pulau Bali. Pemandian air panas ini terletak di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Berjarak 25 km dari Kota Singaraja dan 80 km dari Kota Denpasar. Letak pemandian air panas ini tidak jauh dari Pantai Lovina yang terkenal dengan lumba-lumbanya itu. Pemandian air panas ini dapat ditempuh dari Bandara Ngurah Rai selama 3 jam perjalanan.

Pemandian air panas ini sangat ramai dikunjungi baik turis lokal maupun turis asing. Dahulunya kolam pemandian air panas ini digunakan oleh tentara jepang untuk mandi. Namun sekarang, lokasi ini menjadi tujuan favorit para wisatawan untuk menikmati ketenangan di Bali dengan mandi ataupun sekadar berendam di kolam ini.

Kolam di pemandian air panas Banjar terdiri dari 3 bagian. Kolam pertama atau yang paling atas memiliki 8 buah pancuran mulut naga. Kolam pertama ini memiliki lebar 1,5 meter dengan panjang sekitar 12 meter dan kedalaman 1 meter. Kolam kedua merupakan kolam terluas dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang 12 meter dengan kedalaman kolam bertingkat. Yang terdekat dengan pancuran sedalam 1 meter dan yang terjauh sedalam 2 meter. Di kolam kedua ini terdapat 5 buah pancuran naga. Kolam kedua ini merupakan kolam yang paling banyak digunakan oleh para pengunjung.
Kolam ketiga atau kolam terakhir memiliki 3 buah pancuran naga dengan ketinggian 3,5 meter. Di kolam ketiga ini banyak di manfaatkan oleh pengunjung untuk menikmati pijatan air yang jatuh dari pancuran naga tersebut. Di kolam ini seakan-akan pengunjung akan dipijat oleh air yang keluar dari mulut naga.

Seperti halnya pemandian air panas pada umumnya, di pemandian air panas Banjar ini juga berguna untuk mengobati penyakit kulit. Setelah beberapa waktu berendam di kolam air panas ini, tubuh akan terasa ringan serta pikiran menjadi lebih segar sehingga siap melakukan kegiatan selanjutnya.


Tiket masuk ke lokasi pemandian air panas Banjar ini sebesar Rp 5.000/orang, untuk anak-anak sebesar Rp 3.000/anak, sangat murah kan. Kolam air panas ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 18.00 WITA. Setelah berendam di air panas, sobat bisa menikmati spa and massage yang ada di sebelah kamar ganti lokasi ini. Sungguh liburan yang sangat menyenangkan...

Lovina Bali


ARTI KATA LOVINA
"Love" dan "Ina" yang diartikan sebagai Love Indonesia, tidak sesuai dalam konteks Panji Tisna. Istilah “INA” adalah singkatan untuk kontingen atau rombongan atlet Indonesia untuk Asian Games 1963. Sedangkan, Lovina didirikan pada tahun 1953. Menurut Panji Tisna, Lovina memiliki makna filosofis, campuran dua suku kata "Love" dan "Ina". Kata "Love" dari bahasa Inggris berarti kasih yang tulus dan "Ina" dari bahasa Bali atau bahasa daerah yang berarti "ibu". Menurut penggagasnya, Anak Agung Panji Tisna, arti "Lovina" adalah "Cinta Ibu" atau arti luhurnya adalah "Cinta Ibu Pertiwi".
Pantai Lovina atau Lovina terletak sekitar 9 Km sebelah barat kota Singaraja, ini merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Bali Utara. Wisatawan baik asing maupun lokal banyak yang berkunjung ke sana, selain untuk melihat pantainya yang masih alami, juga untuk melihat ikan lumba-lumba yang banyak terdapat di pantai ini. Dengan menyewa perahu nelayan setempat, kita dapat mendekati lumba-lumba. Berbagai penginapan mulai dari Inn hingga Cottages tersedia dengan harga yang sangat terjangkau


SEJARAH LOVINA
Menyinggung sejarah Lovina, tentunya tidak bisa lepas dengan sosok Anak Agung Panji Tisna. Nama Panji Tisna sering ditulis Pandji Tisna. Sekitar 1950-an, Anak Agung Panji Tisna, pernah melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa dan Asia. Apa yang menarik perhatian beliau terutama adalah kehidupan masyarakat di India. Dia tinggal beberapa minggu di Bombay. Cara hidup dan kondisi penduduk di sana, serta merta mempengaruhi cara pikir dan wawasan beliau ke depan untuk Bali, terutama pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Panji Tisna juga melihat suatu tempat yang ditata indah untuk orang-orang berlibur di pantai. Tanah tersebut memiliki kesamaan dengan tanah miliknya di Pantai Tukad Cebol, Buleleng yang juga terletak di antara dua buah aliran sungai. Inspirasi Panji Tisna muncul untuk membangun sebuah peristirahatan seperti itu.
Kembali dari luar negeri pada tahun 1953, Anak Agung Panji Tisna segera menyatakan inspirasinya dan mulai membangun di tanah miliknya, sebuah pondok bernama "Lovina". Tempat itu dimaksud untuk para “pelancong”, istilah sekarang “turis”, untuk berlibur. Dilengkapi dengan 3 kamar tidur utuk menginap dan sebuah restoran kecil dekat di pinggir laut.

Waktu itu, beberapa pengamat bisnis mengkawatirkan, bahwa rencana Panji Tisna tidak akan berhasil seperti yang diharapkan. Terlalu awal waktunya untuk membuat usaha sejenis itu di pantai terpencil seperti pantai di Tukad Cebol. Pengamat budaya lokal menyatakan, "Lovina" adalah sebuah kata asing, bukan bahasa Bali. Selanjutnya lagi, tidak ada huruf "v" dalam aksara Bali. Komentar lain mengatakan dengan tegas, jangan menggunakan kata “Lovina”, sebaiknya dihapus saja.

Anak Agung Panji Tisna, pada tahun 1959, menjual Penginapan Lovina kepada kerabatnya yang lebih muda,Anak Agung Ngurah Sentanu sebagai pemilik dan manajer. Bisnis ini berjalan cukup baik. Namun, tidak ada pelancong atau turis. Hanya datang beberapa teman Panji Tisna berasal dari Amerika dan Eropa, serta pejabat pemerintah daerah dan para pengusaha untuk berlibur. Merasa beruntung juga, karena pada hari-hari khusus seperti hari Minggu dan hari libur, juga pada hari raya seperti Galungan dan Kuningan banyak orang termasuk pelajar yang datang menikmati suasana alam pantai.

Jati Luwih Bali

Jati Luwih

Jatiluwih di Bali
Dari kata "Jati" dan "Luwih" yang berarti "benar benar indah"
Tempat ini memang cocok untuk Anda yang ingin menikmati suasana pedesaan di Pulau Dewata Bali. Suasana yang tenang, asri, dan alami sangat berbeda dengan daerah perkotaan yang penuh keramaian. Tempat ini bisa menjadi tujuan wisata bagi Anda yang penat dengan kehidupan kota dan ingin menghilangkan kejenuhan.
Terletak di daerah Penebel, Tabanan, Bali, Jatiluwih terkenal dengan panorama persawahannya. Jatiluwih merupakan daerah yang berdekatan dengan Gunung Batukaru dan terletak pada ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Oleh karena itu tidak mengherankan jika Anda akan menikmati udara sejuk saat berada disini.

Jatiluwih memiliki pemandangan alam yang indah. Sebagian besar daerahnya merupakan daerah persawahan yang dibuat berundak (bertingkat) atau dikenal dengan sawah berteras khas Bali yang akan membuat Anda semakin mengangguminya. Daerah persawahan ini berbentuk teras dengan luas sekitar 636 hektar. Sawah ini menggunakan sistem pengairan subak yaitu sistem pengairan atau irigasi tradisional Bali yang berbasis masyarakat. Subak memiliki pura yang dibangun untuk dewi kemakmuran dan dewi kesuburan. Keunikan sawah berteras inilah yang membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia.
Sesekali, Anda juga akan melewati sungai, pura, atau rumah-rumah penduduk yang masih sederhana. Suasananya benar-benar menggambarkan suasana pedesaan yang damai. Untuk dapat menikmati panorama ini, Anda bisa menggunakan sepeda atau jika ingin merasakan sesuatu yang berbeda, Anda bisa menyewa sebuah mobil Volkswagen sambil menikmati pemandangan di kanan kiri anda. Suasana pedesaan ini telah menarik perhatian banyak para wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk mengunjungi daerah Jatiluwih ini.

Setelah puas menikmati panorama persawahan, Anda bisa menikmati santapan di salah satu restoran sepuasnya, karena restoran ini menyediakan makanan secara buffet sehingga Anda bisa mengisi perut sepuasnya. Sambil bersantap, Anda dapat pemandangan persawahan dan gunung yang ada di depan Anda, ini akan membuat perasaan Anda semakin rileks. Selesai makan, jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk berfoto disana